Oleh Izhar Ilyas
Saudaraku se'aqidah.
Terkait persoalan Natal dan Tahu Baru yang saya sebar melalui FB, agar hal tersebut tidak di salah mengerti dan di salah pahami, sekilas dapat saya kemukakan sebagai berikut.
Masalah kita bukan persoalan penanggalan. Itu bukanlah sesuatu yang penting dalam "kasus" ini. Tapi esensi masalahnya adalah bahwa perayaan tahun baru, tidak bisa di pisah lepaskan dari perayaan natal. Dalam hal ini keduanya ibarat dua sisi mata uang, sehingga lahir ucapan: "Selamat Natal dan Tahun Baru"
Nah...... terkait dengan itu........ ditilik dari sudut 'aqidah, bukankah Allah SWT dalam Surat Al Maidah ayat 72 dan 73 telah sangat dan amat tegas berfirman, artinya:
"Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam." Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, "Wahai Bani Israel! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu."
"Alhaqqu mir Rabbika falaa takuunanna minal mumtariin = The Truth is from thy Lord; so be not at all in doubt = Kebenaran itu dari Rabbmu, karena itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu." (Al Baqarah: 147 juncto Ali 'Imraan: 60)
Selasa, 03 Januari 2012
Senin, 02 Januari 2012
Tidak Mengucapkan Selamat
Hari ini............ mengingatkanku pada peristiwa 24 tahun silam ...........
Ketika itu ........ setelah menjalani masa Libur Semester I ......... Pak Majo Wakil Kepala SMPN 5 Padang...... datang menyalami setiap kami sambil mengucapkan: "Selamat bertemu kembali........."
Setelah selesai menyalami semua kami dengan ucapan serupa........ lalu dia berujar: "Saya tadi sengaja tidak mengucapkan Selamat Tahun Baru kepada Bapak dan Ibuk......... karena selaku umat Islam Tahun Baru kita adalah 1 Muharram......." Akhirnya sambil tersenyum dia pun menutup pernyataannya.
Mendengar "presentasinya" .......... kami saling pandang........... mengangguk membenarkannya!!!
Ketika itu ........ setelah menjalani masa Libur Semester I ......... Pak Majo Wakil Kepala SMPN 5 Padang...... datang menyalami setiap kami sambil mengucapkan: "Selamat bertemu kembali........."
Setelah selesai menyalami semua kami dengan ucapan serupa........ lalu dia berujar: "Saya tadi sengaja tidak mengucapkan Selamat Tahun Baru kepada Bapak dan Ibuk......... karena selaku umat Islam Tahun Baru kita adalah 1 Muharram......." Akhirnya sambil tersenyum dia pun menutup pernyataannya.
Mendengar "presentasinya" .......... kami saling pandang........... mengangguk membenarkannya!!!
Sabtu, 31 Desember 2011
Merayakan Tahun Baru
Sebagai penganut agama tauhid ........... kalaulah seandainya kita umat Islam tahu dan sadar diri .......... bahwa Januari sebagai tahun baru dalam penanggalan Masehi ......... berasal dari nama Dewa Janus ....... Dewa bermuka dua ........... yang satu menghadap ke muka dan satu lainnya menghadap ke belakang ........... maka dipastikan kita umat Islam tidak akan latah menyambut dan memeriahkan setiap kedatangan tahun baru itu. Na'udzubillahi minzaalik. Syukran.
Sabtu, 24 Desember 2011
Ormas Islam Malaysia tak Jamin Keselamatan Ariff Usai Nikah Sesama Jenis
Foto Ariff Alfian Rosli yang tengah tukar cincin dengan pasangan gay-nya.
Jumat, 23 Desember 2011 14:50 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR – Ormas Islam
Malaysia tidak menjamin keselamatan Ariff Alfian Rosli (28), saat tiba
di Malaysia setelah menikah sesama jenis di Iralandia. Sebelumnya, ormas
Islam Malaysia melakukan aksi protes dengan membakar foto-foto
pernikahan kontroversial tersebut.Ketua Organisasi Pemuda Kepong Islam, Norizan Ali, melaporkan tindakan Ariff ke polisi karena mencemarkan citra Islam, bangsa Melayu dan Malaysia. "Dia adalah pengkhianat ras, agama dan bangsa," kata Norizan seperti dikutip Channelnewsasia.com, Jum'at (23/12).
Norizan mengatakan Ariff harus segera kembali ke Malaysia dan meminta ampun kepada orang tua dan Allah SWT. "Jika saya bertemu dengannya di Malaysia, aku akan memukulnya," kata dia.
Kamis, 22 Desember 2011
Konglomerasi Media di Ring Politik
Saat ini tinggal media cetak yang belum dimiliki — meski ada kabar, ia sudah mengantongi lisensi terbit majalah asing terkemuka .
Gempita aksi Chairul Tanjung sedikit menutupi ekspansi pengusaha asal Israel ke Indonesia melalui MNC. Dia adalah Haim Saban, pemilik Saban Capital Group Inc.
Haim Saban membeli 5 persen saham Media Nusantara Citra milik Hary Tanoesoedibjo, melalui Indonesia Media Partner LLC seharga hampir Rp 700 miliar. Perusahaan ini terafiliasi dengan Saban Capital Group Inc. dan PT Global Mediacom Tbk. Dalam perjanjian, masih ada opsi jatah pembelian lagi sebesar 2,5 persen.
Selasa, 20 Desember 2011
Dewan: Perselingkuhan PNS Jateng Makin Berani
REPUBLIKA.CO.ID,
SEMARANG - Perselingkuhan di kalangan Pegawai Negeri Sipiln (PNS) Jawa
Tengah cukup meresahkan. Pasalnya, kini sebagian oknum PNS melakukan
tindakan asusila tersebut pada jam-jam kerja. Bahkan, tak sedikit
diantara mereka secara terang-terangan berselingkuh di hotel dengan
masih mengenakan seragam PNS.
Jumat, 16 Desember 2011
Etika Minum Teh di Jepang
Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh yang disebut Tea Master. Teh bukan cuma dituang dengan air panas dan diminum, tapi sebagai seni dalam arti luas. Dihidangkan dan dinikmati sekelompok tamu di ruangan khusus untuk minum teh yang disebut chashitsu.
Upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir dan agama. Dalam menyajikan minuman, cangkir yang disediakan untuk tamu wanita dan pria juga berbeda.
Langganan:
Postingan (Atom)



