TIDAK berlebihan, bila setelah melihat kehangatan ukhuwah islamiyah antara kaum Muhajirin dengan kaum Anshar, kemudian timbul segumpal kecemasan dalam diri Rasulullah SAW. Begitulah, dari ‘Abdullah bin ‘Amru bin ‘Ash ra. Rasulullah bersabda: “Apabila Persia dan Rum ditaklukkan, kamu akan menjadi umat yang mana? Kata ‘Abdurrahman bin ‘Auf, kami menjawab: “Menjadi umat sebagai yang diperintahkan Allah!” Sabda Rasulullah SAW: “Atau mungkin tidak begitu, di mana kamu berlomba-lomba dengan kemewahan dunia, kemudian iri-mengiri, kemudian saling tidak mau tahu, kemudian saling memusuhi dan sebagainya. Kemudian kamu pergi kepada orang-orang Muhajirin yang serba melarat. Lalu kamu perbudak sebagian mereka atas sebagaian yang lain”. (Hadits Shahih Muslim: 2493)*Izhar Ilyas
"Alhaqqu mir Rabbika falaa takuunanna minal mumtariin = The Truth is from thy Lord; so be not at all in doubt = Kebenaran itu dari Rabbmu, karena itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu." (Al Baqarah: 147 juncto Ali 'Imraan: 60)
Minggu, 20 Februari 2011
Sabtu, 19 Februari 2011
Perihal Makanan
BILA Allah SWT membolehkan atau melarang sesuatu, pasti terdapat berbagai hikmah di balik suruhan atau larangan itu. Begitulah, berkenaan dengan makanan misalnya, padanya tidak kurang terdapat berbagai larangan dan suruhan tersebut.
Terkait hal di atas Allah SWT berfirman, artinya: “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menghambakan diri kepadaNya. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (hewan) yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah, tetapi barangsiapa terpaksa (memakannya) bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sungguh, Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang”. (QS An-Nahal: 114 – 115) *Izhar Ilyas
Kamis, 17 Februari 2011
“Belajar Fisika Secara Islami”
Senin, 30 Agustus 2010
JURNAL Islamia-Republika, Kamis (19/8/2010) mengangkat tema menarik tentang “Bagaimana Belajar Ilmu Fisika Secara Islami”. Sebagian orang menduga bahwa ilmu alam bersifat netral agama. Siapa saja belajar fisika, beragama apa pun dia, hasilnya tetap sama. Listrik akan tetap menyala, ketika saklar dipencet. Siapa pun yang memencet, apakah dia muslim atau kafir, hasilnya tetap sama saja. Jadi, wajar jika ada yang bertanya, apa ada cara belajar Ilmu Fisika yang Islami?Pertanyaan itulah yang dijawab Usep Muhamamd Ishad, kandidat Doktor Ilmu Fisika di ITB Bandung, yang juga peneliti INSISTS.
Dalam artikelnya, Usep menguraikan, bahwa yang sebenarnya perlu diislamkan saat belajar Ilmu Fisika adalah pikiran pelajar, mahasiswa, atau peneliti saat menghadapi fenomena alam.
Seorang Muslim melihat alam semesta ini sebagai “ayat-ayat Allah”, karena itu saat mengamati dan meneliti fenomena alam, mereka bukan saja berusaha mendapatkan temuan-temuan baru di bidang sains, tetapi juga meyakini bahwa di balik alam semesta yang begitu teratur ini ada Yang Maha Pencipta (Al-Khaliq).
PROF. Azyumardi: Pendidikan Islam di IAIN adalah “Islam Liberal”
Last Updated on Tuesday, 25 January 2011 03:25 Tuesday, 25 January 2011 03:11
Written by Adian Husaini
Azyumardi Azra [foto: republika] “Sebagai lembaga akademik, kendati IAIN terbatas memberikan pendidikan Islam kepada mahasiswanya, tetapi Islamyang diajarkan adalah Islam yang liberal. IAIN tidak mengajarkan fanatisme mazhab atau tokoh Islam, melainkan mengkaji semua mazhab dan tokoh Islam tersebut dengan kerangka, perspektif dan metodologi modern. Untuk menunjang itu, mahasiswa IAIN pun diajak mengkaji agama-agama lain selain Islam secara fair, terbuka, dan tanpa prasangka. Ilmu perbandingan agama menjadi mata kuliah pokok mahasiswa IAIN.”
“Jika di pesantren mereka memahami dikotomi ilmu: Ilmu Islam (naqliyah dan ilmu keagamaan) dan ilmu umum (sekuler dan duniawiah), maka di IAIN merekadisadarkan bahwa hal itu tidak ada. Di IAIN mereka bisa memahami bahwa belajar sosiologi, antropologi, sejarah, psikologi, sama pentingnya dengan belajar ilmu Tafsir al-Quran. Bahkan ilmu itu bisa berguna untuk memperkaya pemahaman mereka tentang tafsir. Tetapi, IAIN tidak mengajarkan apa yang sering disebut dengan “islamisasi ilmu pengetahuan” sebab semua ilmu yang ada di dunia ini itu sama status dan arti pentingnya bagi kehidupan manusia.”
Pengaruh Teman
TEMAN, sahabat dan atau apapun sebutannya, keberadaannya sangat berarti dan penting dalam hidup dan kehidupan kita. Begitulah, tidak seorangpun kita yang tidak mempunyai teman. Ditilik dari sudut pengaruh, secara umum teman bisa membahagiakan, namun sebaliknya juga bisa menyengsarakan.
Terkait hal demikian, dari Abu Musa r.a katanya Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan duduk dengan orang baik-baik dibandingkan dengan duduk bersama orang jahat, seumpama penjual kesturi dan dapur tukang besi. Engkau tidak akan lepas dari pemilik kesturi. Ada kalanya engkau membeli kesturi itu, sekurang-kurangnya mencium baunya. Sedangkan dapur tukang besi, membakar tubuhmu atau sekurang-kurangnya engkau mencium bau busuknya”. (Hadits Shahih Bukhari: 1033) *Izhar Ilyas
Rabu, 16 Februari 2011
Bantahan Salafiyyin Terhadap Fitnah
By sahabatkehidupan

Kepada sahabat semua berikut ini saya sampaikan bantahan terhadap fitnah yang di tujukan kepada pengikut Salaf, perlu di ketahui bahwa pengikut salaf yang biasa di sebut dengan salafy adalah kaum muslimin yang berusaha menjalani ajaran Islam di atas Manhaj Salaf yaitu dengan mengikuti ajaran Islam sesuai dengan pemahaman Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Para sahabat Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Tahobi’in, Thobi’ut wa Thabi’in, mereka ingin mengamalkan ajaran Islam secara murni, sesuai Al-Qur’an, dan Sunnah Rosulolloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menurut pemahaman Salaf, tidak menjalankan ibadah kecuali jika ada dalil yang shohih, mereka tidak berambisi pada kekuasaan, yang mereka lakukan adalah memperbaiki di mulai dari diri sendiri, keluarga, dan masyarakat jika semua baik di atas ajaran Islam maka secara otomatis akan berdampak positif bagi kaum muslimin dan negara, jadi tidak tergesa-gesa seperti kaum Hizbiyyun / Harokiyyun yang mereka menggembar-gemborkan di tegakkannya Daulah Islam padahal Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tujuan inti dakwahnya adalah menegakkan Tauhid yang juga inti dakwah para Nabi dan Rasul sebelumnya, adapun Daulah Islam adalah buah dari dakwah tersebut bukan tujuan dari dakwah..
Energi Ilahiyah
HANYA orang mukmin yang tidak dicekam rasa takut dan cemas berlebihan dalam mengharungi samudera hidup dan kehidupan ini. Sebab, dirinya bagai telah dialiri energi ilahiyah yang memancar dari wahyuNya, artinya: “… Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia" (Surat Ar-Ra’ad ayat 11).
Selanjutnya, energi ilahiyah itu semakin lebih dahsyat lagi mengalir pada diri mereka setelah mereka membaca firmanNya dalam Surat Ali Imran ayat 159, artinya: “… Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakkal”. Lalu tersebab demikian, merekapun bertawakkal kepadaNya. Subhanallah. *Izhar Ilyas
Langganan:
Postingan (Atom)