Senin, 16 Mei 2011

AS berencana pecah Arab Saudi jadi tiga negara

Rasul Arasy
Senin, 16 Mei 2011 13:00:48
Hits: 1063
NEW YORK (Arrahmah.com) –  Sumber-sumber Amerika Serikat mengungkap konspirasi Washington bernama “Pemecahan, menuju Timur Tengah Baru”. Dalam rencana yang tengah disusun itu, Arab Saudi akan dipecah menjadi tiga negara baru.

Kantor berita Fars (14/5/2011) melaporkan bahwa dunia Arab dan kawasan Timur Tengah selama berbulan-bulan menyaksikan berbagai peristiwa dan transformasi yang akan mengubah perimbangan politik kawasan. Amerika Serikat menggunakan kesempatan tersebut untuk berselancar di atas gelombang transformasi di kawasan demi  merealisasikan tujuan-tujuannya.

Senin, 18 April 2011

HP Ternyata Juga Pendendam

Kalau manusia bersifat “pendendam” sepertinya hal biasa, tetapi kalau HP memiliki sifat demikian, ini baru amat dan sangat luar biasa.

Begitulah, entah sejak kapan “pertengkaran” antara HP dan SIM cardku terjadi. Tadi pagi kartu Simpati nomor Yogya, kenang2an-ku menghadiri Muktamar Muhammadiyah ke 46 “dibunuh” HPku.

Mengetahui ia terbunuh, ku segera melaporkan peristiwa pembunuhan tersebut ke gerai Telkomsel di kotaku (Lubuk Alung, Sumatera Barat). Namun tidak selang 5 menit setelah kartu pengganti tersebut dimasukkan, ia juga dibunuh.

Kembali ku melapor dan Telkomsel pun menggantinya lagi. Namun, kartu pengganti ketiga tersebut kembali dibunuh, malah waktunya lebih cepat dari pembunuhan-pembunuhan sebelumnya. Anehnya hanya kartu Telkomsel Yogya yang dibunuh HPku itu sedangkan kartu nomor Sumbar, sepertinya tidak "bermasalah",  mereka terlihat sangat kooperatif. [Izhar Ilyas]

Minggu, 13 Maret 2011

Tidak Tertebus

SEKECIL apapun dosa yang kita lakukan pada kehidupan dunia ini, lalu bila tersebab dosa yang kecil itu kita dimasukkan ke dalam neraka jahanam, maka dosa yang bagaimanapun kecilnya itu tidak akan pernah tertebus kendati kita mempunyai dan menebusnya dengan kekayaan sepenuh dunia.

Terkait hal demikan, Allah SWT berfirman, artinya: “Dan kalau setiap orang yang zalim itu (mempunyai) segala apa yang ada di bumi, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Kemudian diberi keputusan di antara mereka dengan adil dan mereka tidak dizalimi. Ketahuilah, sesungguhnya milik Allah-lah apa yang ada di di langit dan di bumi. Bukankah janji Allah itu benar? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”. (QS Yunus: 54 – 55) *Izhar Ilyas

Jumat, 11 Maret 2011

Tiga Perkara

ANALOG dengan dunia kerja, keselamatan pekerja akan sangat tergantung kepada sejauh mana si perkerja tersebut mampu memelihara hubungan baik dengan majikannya. Begitulah, pada konteks yang lebih makro, makhluq harus mampu memelihara apa yang disukai dan dibenci Sang Khaliq. Terkait demikian, dari Abu Hurairah r.a katanya Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah menyukai bagimu tiga perkara dan membenci tiga perkara. Yang disukaiNya: 1. Hendaklah engkau sembah Dia dan jangan dipersektutukan dengan sesuatu apapun. 2. Hendaklah kamu semua berpegang teguh dengan agamaNya. 3. Hendaklah kamu jangan berpecah belah. Adapun yang dibenciNya: 1. Banyak desas desus. 2. Banyak bertanya. 3. Menyia-nyiakan harta (membelanjakan harta tidak sesuai dengan ketentuan agama dan pemboros)”. (Hadits Shahih Muslim: 1696) *Izhar Ilyas

Rabu, 09 Maret 2011

Kejadian Manusia

SEBELUM ilmu kedokteran berbicara tentang proses kejadian manusia, sejatinya Al Quran 16 abad silam telah mempresentasikannya dengan sangat dan amat sempurna. Terkait demikian, di antaranya Allah SWT berfirman, artinya: “Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah. Kemudian Kami menjadikannya nutfah (sperma atau ovum) (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, nutfah itu Kami jadikan ‘alaqah (segumpal darah), lalu ‘alaqah itu Kami jadikan mudghah (segumpal daging), lalu Kami jadikan mudgah itu ‘izhama (tulang belulang), maka Kami bungkus tulang belulang itu dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik. Kemudian setelah itu, sungguh kamu pasti mati. Kemudian, sungguh kamu akan dibangkitkan pada hari Kiamat”. (QS Al Mu’minun: 12 s.d 16) [Izhar Ilyas

Selasa, 08 Maret 2011

Menyikapi Musuh

SUNGGUH bijak jika seorang kesatria berkata: “Musuh tidak dicari, namun jika bertemu tidak  dielakkan”. Terkait demikian Islam mengajarkan, bahwa dari Abdullah bin Abu Aufa r.a; Rasulullah SAW pada suatu hari menanti musuh sampai matahari condong. Kemudian beliau berdiri di hadapan orang banyak, lalu bersabda: “Wahai saudara-saudara! Janganlah mengharapkan menemui musuh, mintalah kesejahteraan kepada Allah! Tetapi kalau kamu bertemu dengan musuh, sabarlah (berhati teguh)! Ketahuilah, sesungguhnya surga itu terletak di bawah bayangan pedang”. Kemudian beliau bersabda: "Yaa Allah! Yang menurunkan kitab, Yang menjalankan awan dan mencerai-beraikan pasukan musuh! Cerai berakanlah mereka, dan tolong kami melawan mereka!”. (Hadits Shahih Bukhari: 1345) *Izhar Ilyas

Senin, 07 Maret 2011

Ketentuan Hibah

SEBAGAI individu, manusia tidak bisa lepas atau melepaskan diri dari komunitasnya. Pada konteks demikian, dalam hidup dan kehidupan berkomunitas, ada hak dan kewajiban yang melekat pada diri setiap kita, salah satu di antaranya memberi bantuan atau kemudahan atas berbagai kesulitan orang lain. Dalam Islam kewajiban itu dapat berupa zakat, infak, sadakah, wakaf, hibah dan lain sebagainya.

Terkait dengan hibah, dari Jabir bin ‘Abdullah r.a katanya: Rasulullah SAW membolehkan memberi (hibah) dengan ucapan: “Ini untuk anda dan keturunan anda, (maka pemberian itu tidak dapat diminta kembali untuk selama-lamanya). Apabila sipemberi berkata: “Ini untuk anda selama anda masih hidup”, maka harta pemberian itu kembali kepada si pemberi (bila orang yang diberi sudah wafat)”. (Hadits Shahih Muslim: 1602) *Izhar Ilyas