Rabu, 08 Juni 2011

Surat Hitler tentang 'Pemusnahan' Etnis Yahudi Dipamerkan

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES - Sebuah dokumen yang dipahami sebagai pernyataan yang ditulis oleh Adolf Hitler soal penghapusan sistematis orang Yahudi dari masyarakat dipamerkan pertama kali pada publik di Los Angeles.

Surat empat halaman, diketik di atas kertas coklat pudar dan bantalan tanda tangan Hitler, sebelumnya secara terbatas ditunjukkan di depan umum di New York. Sejumlah kalangan menyebut surat ini sebagai artefak kunci dalam catatan sejarah Holocaust.  Museum Toleransi pusat di Los Angeles dipilih menjadi lokasi pemajangan surat ini.

Pendiri Simon Wiesenthal Centre, Rabbi Marvin Hier, mengatakan itu adalah salah satu dokumen yang paling penting dari periode yang menunjukkan perkembangan pemikiran antisemit Hitler."Ini adalah item paling penting yang kita miliki dalam arsip lebih dari 50.000 benda," kata Hier, menambahkan bahwa hal itu akan digunakan untuk mendidik generasi masa depan dan untuk melawan penolakan Holocaust.

Senin, 06 Juni 2011

Mengalami Empat Musim di Great Ocean Road

Oleh Olenka Priyadarsani

Great Ocean Road mungkin adalah jalan paling istimewa di negara bagian Victoria, Australia. Jajaran karang setinggi 45 m bernama Twelve Apostles berdiri di lepas pantai Taman Nasional Port Campbell dan sering menjadi titik perhentian terakhir dari perjalanan melintasi Great Ocean Road yang menghubungkan antara Torquay dan Warnambool sepanjang 243 km.

Bagi saya, hal yang paling menarik dari Great Ocean Road adalah bagaimana saya merasa seperti mengalami empat musim dalam satu kali perjalanan. Cuaca Victoria yang suka berubah-ubah seenaknya makin menambah kesan saya.


Batu-batu yang disebut 12 Apostles di Great Ocean Road, Australia. Foto: Olenka Priyadarsani

Bersama seorang teman, saya berangkat pagi-pagi menggunakan mobil. Dari pusat kota Melbourne, tempat saya tinggal saat itu, kami menuju ke arah Geelong di tenggara. Dari Geelong, kami menuju ke Torquay, sebuah kota kecil yang secara resmi menjadi awal dari Great Ocean Road. Selain mulus, jalan ini juga menawarkan pemandangan yang luar biasa indah.

Ponsel Bisa Sebabkan Imsonia

TRIBUNNEWS.COM - Tidak bisa tidur di malam hari? Periksa di sekeliling kamar Anda. Apakah yang menjadi penyebab kita imsonia? Ponsel salah satunya. Asiaone.com melansir, sementara Anda berbaring di tempat tidur, Anda sedang makan radiasi oleh gadget ini. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas istirahat Anda dan bahkan memberi Anda sakit kepala gemuruh pada bangun.
Situasi dapat memburuk jika Anda menempatkan ponsel Anda di samping tempat tidur Anda. Lebih buruk lagi, apabila Anda menggunakan ponsel Anda sebelum pergi tidur.
Radiasi dari telepon revs Facebook sistem stres tubuh Anda, sehingga membuat lebih sulit bagi Anda untuk bersantai Frekuensi radio yang dapat menyebabkan insomnia.
Bagaimana solusinya? Sederhana saja, segera nonaktifkan semua router nirkabel dan handphone sebelum tidur.
Jika Anda benar-benar harus meninggalkan perangkat ini pada, menempatkan mereka jauh dari Anda mungkin, menyarankan publikasi.

Jumat, 03 Juni 2011

komentar terhadap peringatan rektor UBH

oleh Djoe Na pada pada 02hb Jun 2011 pukul 9.40 ptg
PROMOSI BOLEH, TAPI HARGAI PIHAK LAIN
Oleh: Arjuna Nusantara

“Biaya Kuliah di UBH Murah, Hati-hati Memilih PTS”-salah satu judul laporan di Singgalang edisi Rabu, 1 Juni 2011, halaman depan. Laporan ini mengupas tentang peringatan rektor UBH terhadap calon mahasiswa. Dalam laporan ini, Hafrizal Syandri selaku rektor UBH menginginkan calon mahasiswa hati-hati dalam memilih PTS (Perguruan Tinggi Suwasta). Seperti yang dikutip Singgalang, “Jika salah memilih, bakal berakibat fatal. Misalnya ijazah yang diupayakan bertahun-tahun bisa tidak diakui pemerintah,” ujar rektor UBH.

Kemudian, rektor UBH menyarankan agar calon mahasiswa memilih jurusan yang sudah terakreditasi di PTS pilihan. Dengan terakreditasinya jurusan tertentu menunjukkan pengakuan pemerintah terhadap keberadaan atau eksistensi program studi tersebut.

Menurut hemat penulis, Rektor UBH telah melakukan sebuah kesalahan dengan mengeluarkan peringatan yang sifatnya propaganda. Dengan peringatan tersebut, secara tidak langsung mengurangi minat calon mahasiswa untuk menuntut ilmu di jurusan PTS yang belum terakreditasi. Bagi PTS yang memiliki jurusan yang belum terakreditasi tentu akan merasa risih dengan pernyataan rektor UBH ini. Seolah, Hafrizal Syandri, merupakan Rektor yang membawa UBH seperti sekarang ini. Seolah, dia yang membuat 23 jurusan di UBH di akreditasi.

Benarkah Penyedap Rasa Menambah Berat Badan?

TRIBUNNEWS.COM - Penelitian mengungkap penyedap rasa atau monosodium glutamat (MSG  juga dapat meningkatkan lingkar pinggang. Para peneliti menemukan bahwa orang yang makan MSG lebih lebih mungkin kelebihan berat badan atau obesitas.
 
Hubungan antara asupan MSG tinggi dan kelebihan berat badan setelah para peneliti menghitung jumlah kalori orang makan. Ka Dia, seorang ahli nutrisi di University of North Carolina, Chapel Hill, yang memimpin penelitian, mengatakan bahwa walaupun risiko kenaikan berat badan disebabkan MSG merupakan implikasi bagi kesehatan masyarakat yang besar.

Kamis, 02 Juni 2011

Kemaslahatan Hidup

Untuk kemaslahatan hidup dan kehidupan kita di dunia dan di akhirat, sehubungan dengan makanan, Allah SWT telah mengingatkan kita: "Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang hal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu". (QS Al Baqarah: 168). Terkait demikian lebih lanjut di ayat lain Dia pun telah mengingatkan: ... "makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan". (QS Al A'raf: 31) *Izhar Ilyas

Rabu, 01 Juni 2011

Hati-Hati…Radiasi Ponsel Bisa Berujung Kanker Otak

RepublikaRepublika – Rab, 1 Jun 2011
REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK – Badan Kesehatan Dunia WHO baru-baru ini mengingatkan bahaya radiasi dari ponsel yang diklasifikasikan sebagai “sangat mungkin berisiko kanker”. Badan ini sebelumnya telah melakukan peninjauan dari efek gelombang elektromagnetik terhadap kesehatan manusia.

Deklarasi tersebut didasarkan pada bukti dalam penelitian atas mereka yang menggunakan ponsel secara intensif. Diketahui, intensitas tinggi pemakaian ponsel  mengakibatkan peningkatan risiko glioma, sebuah bentuk kanker otak ganas.

Kesimpulan yang diambil International Agency for Research on Cancer (IARC), badan di bawah WHO, berlaku untuk radiasi elektromagnetik frekuensi radio pada umumnya, meskipun sebagian besar penelitian di daerah ini berpusat pada telepon selular.