Selasa, 24 Mei 2011

70 Persen Tak Lulus Karena Bahasa Indonesia


K1-11 | Heru Margianto | Senin, 16 Mei 2011 | 13:37 WIB
RODERICK ADRIAN MOZES/KOMPAS IMAGES

DENPASAR, KOMPAS.com — Bukan Matematika, bukan pula Bahasa Inggris, melainkan momok para siswa yang tidak lulus di Bali justru berasal dari mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang sejak kecil telah diajarkan oleh orangtua. Ironisnya, 70 persen siswa yang tidak lulus gara-gara Bahasa Indonesia kebanyakan berasal dari sekolah negeri.

Fenomena siswa kesulitan mengerjakan soal Bahasa Indonesia ini sebenarnya bukan hal baru. Pada tahun-tahun sebelumnya juga banyak siswa yang gagal dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Usut punya usut, salah satu faktor yang menyebabkan anjloknya nilai Bahasa Indonesia karena sebagian siswa berpikir lebih baik menekuni Bahasa Inggris daripada Bahasa Indonesia karena lebih menjanjikan pada masa mendatang.

”Bahasa Indonesia kualitas dan bobot soal lebih kuat, selain itu telah terjadi euforia bilingual, yakni Bahasa Inggris, yang menurut siswa harus menonjol,” ujar Kepala Dinas Penididikan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali Ida Bagus Anom.

"Ada juga yang menganggap bahwa pelajaran Bahasa Indonesia belum bisa menjanjikan ke depannya daripada pelajaran Bahasa Inggris," ujarnya.
Dalam ujian nasional tahun ini tak ada satu siswa pun yang meraih nilai sempurna dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Namun, menurunnya kualitas siswa dalam mengerjakan soal Bahasa Indonesia ini bukan karena lunturnya jiwa nasionalisme. "Bukan karena itu, tetapi banyak faktor yang seperti saya sebutkan tadi,” kata Anom.

Untuk tingkat kelulusan, Bali merupakan provinsi dengan nilai kelulusan tertinggi secara nasional. Dari 42.572 siswa SMA/MA/SMK yang mengikuti ujian nasional, hanya 20 siswa yang dinyatakan tidak lulus.

Selasa, 17 Mei 2011

Situs Polri dibobol hacker, tinggalkan pesan jihad!

M. Fachry
Senin, 16 Mei 2011 19:06:28
Hits: 3091
JAKARTA (Arrahmah.com) – Pesan jihad di situs Polri. Itulah yang terjadi hari ini, Senin (16/05/2011) ketika situs Polri dibobol hacker. Sejak pukul 17.20 WIB hingga berita ini diturunkan, halaman utama situs Polri belum bisa diakses. Alamat situs Polri yang seharusnya www.polri.go.id secara otomatis akan diarahkan ke alamat http://www.polri.go.id/backend/index.html, maka pesan jihadlah yang muncul!
Dua orang pengibar bendera jihad
Jika berhasil mengakses alamat yang diarahkan sang hacker di situs Polri tersebut, maka kita akan melihat gambar dua orang, dimana yang satunya terlihat sedang mengangkat bendera. Tampilan layar didominasi warna hitam dengan pesan jihad di dalamnya berwarna putih. Berikut pesan jihadnya:

Senin, 16 Mei 2011

AS berencana pecah Arab Saudi jadi tiga negara

Rasul Arasy
Senin, 16 Mei 2011 13:00:48
Hits: 1063
NEW YORK (Arrahmah.com) –  Sumber-sumber Amerika Serikat mengungkap konspirasi Washington bernama “Pemecahan, menuju Timur Tengah Baru”. Dalam rencana yang tengah disusun itu, Arab Saudi akan dipecah menjadi tiga negara baru.

Kantor berita Fars (14/5/2011) melaporkan bahwa dunia Arab dan kawasan Timur Tengah selama berbulan-bulan menyaksikan berbagai peristiwa dan transformasi yang akan mengubah perimbangan politik kawasan. Amerika Serikat menggunakan kesempatan tersebut untuk berselancar di atas gelombang transformasi di kawasan demi  merealisasikan tujuan-tujuannya.

Senin, 18 April 2011

HP Ternyata Juga Pendendam

Kalau manusia bersifat “pendendam” sepertinya hal biasa, tetapi kalau HP memiliki sifat demikian, ini baru amat dan sangat luar biasa.

Begitulah, entah sejak kapan “pertengkaran” antara HP dan SIM cardku terjadi. Tadi pagi kartu Simpati nomor Yogya, kenang2an-ku menghadiri Muktamar Muhammadiyah ke 46 “dibunuh” HPku.

Mengetahui ia terbunuh, ku segera melaporkan peristiwa pembunuhan tersebut ke gerai Telkomsel di kotaku (Lubuk Alung, Sumatera Barat). Namun tidak selang 5 menit setelah kartu pengganti tersebut dimasukkan, ia juga dibunuh.

Kembali ku melapor dan Telkomsel pun menggantinya lagi. Namun, kartu pengganti ketiga tersebut kembali dibunuh, malah waktunya lebih cepat dari pembunuhan-pembunuhan sebelumnya. Anehnya hanya kartu Telkomsel Yogya yang dibunuh HPku itu sedangkan kartu nomor Sumbar, sepertinya tidak "bermasalah",  mereka terlihat sangat kooperatif. [Izhar Ilyas]

Minggu, 13 Maret 2011

Tidak Tertebus

SEKECIL apapun dosa yang kita lakukan pada kehidupan dunia ini, lalu bila tersebab dosa yang kecil itu kita dimasukkan ke dalam neraka jahanam, maka dosa yang bagaimanapun kecilnya itu tidak akan pernah tertebus kendati kita mempunyai dan menebusnya dengan kekayaan sepenuh dunia.

Terkait hal demikan, Allah SWT berfirman, artinya: “Dan kalau setiap orang yang zalim itu (mempunyai) segala apa yang ada di bumi, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Kemudian diberi keputusan di antara mereka dengan adil dan mereka tidak dizalimi. Ketahuilah, sesungguhnya milik Allah-lah apa yang ada di di langit dan di bumi. Bukankah janji Allah itu benar? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”. (QS Yunus: 54 – 55) *Izhar Ilyas

Jumat, 11 Maret 2011

Tiga Perkara

ANALOG dengan dunia kerja, keselamatan pekerja akan sangat tergantung kepada sejauh mana si perkerja tersebut mampu memelihara hubungan baik dengan majikannya. Begitulah, pada konteks yang lebih makro, makhluq harus mampu memelihara apa yang disukai dan dibenci Sang Khaliq. Terkait demikian, dari Abu Hurairah r.a katanya Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah menyukai bagimu tiga perkara dan membenci tiga perkara. Yang disukaiNya: 1. Hendaklah engkau sembah Dia dan jangan dipersektutukan dengan sesuatu apapun. 2. Hendaklah kamu semua berpegang teguh dengan agamaNya. 3. Hendaklah kamu jangan berpecah belah. Adapun yang dibenciNya: 1. Banyak desas desus. 2. Banyak bertanya. 3. Menyia-nyiakan harta (membelanjakan harta tidak sesuai dengan ketentuan agama dan pemboros)”. (Hadits Shahih Muslim: 1696) *Izhar Ilyas

Rabu, 09 Maret 2011

Kejadian Manusia

SEBELUM ilmu kedokteran berbicara tentang proses kejadian manusia, sejatinya Al Quran 16 abad silam telah mempresentasikannya dengan sangat dan amat sempurna. Terkait demikian, di antaranya Allah SWT berfirman, artinya: “Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah. Kemudian Kami menjadikannya nutfah (sperma atau ovum) (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, nutfah itu Kami jadikan ‘alaqah (segumpal darah), lalu ‘alaqah itu Kami jadikan mudghah (segumpal daging), lalu Kami jadikan mudgah itu ‘izhama (tulang belulang), maka Kami bungkus tulang belulang itu dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik. Kemudian setelah itu, sungguh kamu pasti mati. Kemudian, sungguh kamu akan dibangkitkan pada hari Kiamat”. (QS Al Mu’minun: 12 s.d 16) [Izhar Ilyas