Jumat, 11 Februari 2011

Hasyim Muzadi: Sebaiknya Ahmadiyah Jadi Agama Sendiri

Republika OnLine » Breaking News » Nasional
Senin, 07 Februari 2011, 20:52 WIB
Hasyim Muzadi: Sebaiknya Ahmadiyah Jadi Agama Sendiri 
Hasyim Muzadi
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan, Ahmadiyah sebaiknya menjadi agama sendiri yang berada di luar Islam sebab ajaran itu bermasalah karena mengatasnamakan Islam tetapi tidak sesuai dengan ajaran Islam. “Seandainya Ahmadiyah menjadi agama sendiri, maka Ahmadiyah itu dalam posisi menjalani hak sebagai warga negara dalam beragama,” kata Hasyim usai diskusi bertajuk ‘Gejolak Mesir dan Pengaruhnya terhadap Dunia Islam’ di Jakarta, Senin (7/2).
Menurut dia, sikap pengikut Ahmadiyah yang bersikeras menyatakan diri Islam itulah yang membuat orang Islam merasa dilecehkan. “Penodaan agama itu berbeda dengan kebebasan beragama. Ini kadang orang tidak bisa membedakan,” kata pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam Malang dan Depok tersebut.

Taufik Kiemas: Posisi Ahmadiyah Harus Diperjelas, Islam atau Bukan


Selasa, 08 Februari 2011 , 13:09:00 WIB
Laporan: Widya Victoria
 
TAUFIK KIEMAS/IST

RMOL. Posisi Ahmadiyah harus diperjelas, apakah bagian dari Islam atau termasuk agama lain. Kalau posisi Ahmadiyah sudah diperjelas maka Ahmadiyah bisa ditempatkan secara proporsional dan bisa dijaga.
“Jadi saya rasa ulama-ulama kita dari NU dan Muhamadiyah menelan bener-benar, apa Ahmadiyah ini,” kata Ketua MPR, Taufik Kiemas, kepada wartawan di Gedung DPR/MPR Jakarta (Selasa, 8/2).

Amien Rais: Penghilangan Nyawa Manusia itu Kejahatan Puncak

Republika
Republika – 1 jam 38 menit lalu
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Mantan Ketua MPR, Amien Rais menuntut pemerintah untuk serius menangkap pelaku kerusuhan di Kecamatan Cikeusik, Padeglang. Selain itu, dia berharap jajaran menteri terkait dapat mencari solusi atas rentetan penyerangan kepada Jamaah Ahmadiyah itu.
“Pelenyapan nyawa manusia, merupakan sebuah kejahatan yang puncak,” tegas mantan Ketua Umum PAN itu, di DPR, Selasa (8/2).  Amien menuturkan, segala bentuk  yang mengancam keutuhan bangsa  mulai dari tindakan kriminal biasa seperti perampokan bank, kejahatan di jalan raya hingga perusakan rumah ibadah harus diperlakukan sama di mata hukum.
Dia meminta, agar para pelaku perusakan dan pengeroyokan yang menewaskan tiga orang Jamaah Ahmadiyah untuk segera diadili. “”Beri mereka hukuman setimpal sesuai hukum yang berlaku,” imbuhnya. Selain itu, dia juga berharap ada solusi yang diberikan pemerintah untuk menuntaskan kasus itu.
Ketua Majelis Wali Amanah UGM itu menilai, pihak kepolisian saat ini benar-benar diuji ketegasannya dalam mengungkap kasus ini.  Dia juga meminta, agar aparat kepolisian dapat mencari dalang dari rentetan kekerasan pada Jamaah Ahmadiyah. “Agar kejadian ini tidak berlarut-larut,” ungkapnya.  agung budiono
--------------------
***)Setiap kali persoalan Ahmadiyah “pecah”, para pengamat atau para tokoh lantas lantang berkoar tentang HAM. Bila sudah begini, secara politis Ahmadiyah sering diuntungkan. Padahal inti persoalan adalah dan ini sepertinya sengaja mereka lupakan, bahwa Ahmadiyah yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad sejatinya telah tidak dikeragui sebagai “perusak” dan "merusak" Islam. Karena itu Ahmadiyah dinyatakan sebagai ajaran “Sesat Lagi Menyesatkan“.

Dalam konteks demikian keadaan mereka persis sebagaimana firman Allah SWT, artinya: “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran (Rabb) Yang Mahapemurah (al-Qur-an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan), maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk”. (QS Az-Zukhruf: 36 -37)  _Izhar Ilyas_

BMW: Penyelesaian Ahmadiyah Harus Menyeluruh


Selasa, 08 Februari 2011 , 08:38:00 WIB
Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi
 
MIRZA GHULAM AHMAD/IST

RMOL. Rencana evaluasi Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri pasca bentrok jamaah Ahmadiyah dengan warga di Cikeusik, Banten, jangan sampai merugikan penganut agama yang asli dengan alasan kebebasan dan hak asasi.
Demikian disampaikan Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB), BM Wibowo, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Selasa, 8/2).
Menurut BM Wibowo, ketentuan dalam SKB sudah jelas dan masing-masing agama memiliki aturan. Mencampuradukan berbagai keyakinan justru akan menjadikan hal tersebut tidak memenuhi ketentuan agama. BM Wibowo juga mengecam tindakan main hakim sendiri yang tidak dapat dibenarkan dan mengecam kelompok yang memancing kemarahan pihak lain.
“Penyelesaian harus menyeluruh hingga pada penyebab kasus seperti ini terjadi, bukan hanya pada akibat yang ditimbulkan,” tegas BM Wibowo.
Menurut BM Wibowo, silang pendapat terjadi karena jamaah Ahmadiyah menolak disebut bukan Muslim, sementara umat Islam menganggapnya sesat berdasar fatwa ulama dan hingga kini jamaah Ahmadiyah dilarang berhaji oleh otoritas di Saudi. BM Wibowo juga menegaskan, jika pemerintah lebih membela pihak yang memancing masalah maka persoalan akan makin membesar karena yang kecewa adalah mayoritas warga.[yan]

FPI : Jangan Salahkan Umat Islam

Ahmadiyah Diserang

Senin, 7 Februari 2011 – 06:50 wib
Marieska Harya Virdhani – Okezone
 
Ilustrasi (Foto: Heru Haryono/okezone)
DEPOK - Untuk kesekian kalinya, penyerangan terhadap para jemaat Ahmadiyah di sejumlah daerah di Indonesia terjadi kembali. Kali ini warga Ahmadiyah di Cikeusik, Pendegelang, Banten, diserang oleh sekelompok orang yang menamakan diri Gerakan Islam Anti Ahmadiyah.  Menanggapi hal itu, Front Pembela Islam (FPI) mengaku berada di posisi tak mendukung atau bahkan mengecam penyerangan tersebut. FPI hanya menegaskan dan mengingatkan kembali kepada pemerintah yang harus segera membubarkan ajaran Ahamadiyah agar tak lagi terjadi konflik di masyarakat.
“Masalah Ahmadiyah bukan urusan dengan FPI saja, tetapi urusan dengan umat islam dimanapun dan sampai kapanpun. Kalau pemerintah tak bubarkan Ahmadiyah, jangan salahkan umat islam jika terus terjadi seperti ini,” tegas Ketua FPI Depok Habib Idrus Al Gadhri kepada okezone, Minggu (6/2/2011).
Idrus menambahkan masalah Ahmadiyah erat kaitannya dengan penyimpangan terhadap aqidah Islam. Apapun caranya, lanjut Idrus, baik persuasif ataupun anarkis, intinya Ahmadiyah harus segera dibubarkan menyusul Surat Keputusan (SK) pemerintah terkait larangan ajaran Ahmadiyah.
“SK pemerintah harusnya sudah sangat kuat, dan harus segera dibubarkan, kami di FPI tak bisa menjamin akan banyak dan terjadi terus penyerangan terhadap jamaah Ahmadiyah hingga akhir kiamat,” tegasnya.
Sedikitnya terdapat tiga orang jamaah Ahmadiyah yang berasal dari Jakarta tewas dalam penyerangan di Cikeusik, Pandegelang, Banten. Para jamaah diserang di sebuah rumah yang biasa digunakan oleh para jamaah untuk beribadah.
(lam)

Ini Pandangan Ba’asyir Soal Ahmadiyah

Kamis, 10 Februari 2011 | 10:53 WIB
Abu Bakar Ba’asyir tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (10/2). AP/Irwin Fedriansyah
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemimpin Jamaah Anshorut Tauhid Abu Bakar Ba’asyir tidak setuju Ahmadiyah disebut sebagai bagian dari Islam. “Ahmadiyah itu buatan Inggris,” ujarnya saat memasuki tahanan Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Kamis (10/2). Menurut Ba’asyir, hanya terdapat dua solusi bagi Ahmadiyah, “Dibubarkan atau dinyatakan agama sendiri baru selesai,” ujarnya.
Polemik keberadaan Ahmadiyah kembali mencuat. Ahad kemarin jamaah Ahmadiyah kembali mengalami penyerangan dari kelompok tak dikenal di Cikeusik, Pandeglang, Banten. Tiga orang anggota Ahmadiyah tewas akibat penyerangan ini. Selain itu, lima orang lainnya mengalami luka berat serta sejumlah harta benda mereka mengalami kerusakan.
Adapun Ba’asyir baru kembali dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sidang perdananya ditunda, setelah tim pengacaranya keberatan. Ba’asyir diduga telah merencanakan dan menggerakan orang lain untuk melakukan terorisme maupun dengan sengaja menyediakan dana dengan tujuan untuk digunakan tindak pidana terorisme. Ia juga dituduh membantu pelatihan bersenjata bagi para teroris di pegunungan Jalin Jantho, Aceh Besar.
Setidaknya 3.000 personil polisi dari Polda Metro Jaya dikerahkan untuk menjaga sidang Ba’asyir. “Bukan hanya di tempat persidangan, tapi di sentra-sentra yang dilalui massa saat datang dan pulang,” kata Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman kemarin.
Pengamanan massa pendukung Baasyir tersebut, dijelaskan Sutarman, terbagi menjadi pengamanan di dalam dan luar Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Pengamanan di luar kalau ada yang tidak puas dan melakukan tindak anarkis, penjagaan disebar di tempat-tempat tertentu yang dianggap bisa jadi sasaran mereka,” ujarnya.
Febriyan

Ba’asyir: Ahmadiyah itu Buatan Inggris

Sosbud / Kamis, 10 Februari 2011 11:45 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Berbeda dengan banyak pihak, Abu Bakar Ba’asyir memiliki pendapat yang unik tentang Ahmadiyah. Menurut pemimpin Jemaah Anshorut Tauhid ini, Ahmadiyah harus dibubarkan. “Ahmadiyah itu kafir, buatan Inggris yang harus dibubarkan atau dinyatakan agama sendiri, baru selesai,” kata Ba’asyir di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/2), sebelum menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Mengapa Ahmadiyah harus dibubarkan? Menurut Abu Bakar Ba’asyir, karena Ahmadiyah merusak Islam. Sebelumnya, Menteri Agama Suryadharma Ali menawarkan empat opsi untuk menghentikan eskalasi kekerasan terhadap Ahmadiyah.
Empat opsi itu adalah, pertama, Ahmadiyah bisa menjadi sekte atau agama tersendiri dengan konsekuensi tidak menggunakan atribut agama Islam, seperti masjid, Al Quran, dan lain-lain. Kedua, Ahmadiyah bisa kembali menjadi umat Islam yang sesuai tuntunan Al Quran. Ketiga, Ahmadiyah bisa dibiarkan saja karena ada yang berpandangan hal itu merupakan bagian dari hak asasi manusia. Dan keempat, Ahmadiyah dibubarkan.
Kekerasan terhadap Ahmadiyah kembali meledak. Sekitar 1.000 warga menghajar puluhan penganut Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten. Tidak hanya rumah, kekerasan itu juga merenggut korban jiwa sebanyak tiga orang. Di luar itu, puluhan korban terluka juga jatuh. Mereka masih dirawat di rumah sakit. (Ant/DOR)