BERDUSTA atas nama Allah, sungguh merupakan kezaliman yang sangat dan amat luar biasa. Terkait demikian, Dia berfirman: “Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: “Telah diwahyukan kepadaku”. Padahal tidak diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: “Aku akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah”. (Alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat pada waktu orang-orang zalim dalam keadaan sakratul maut, sedang para malaikat memukulkan tangannya (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang menghinakan, karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadapNya”. (QS Ak An’am: 93) *Izhar Ilyas
"Alhaqqu mir Rabbika falaa takuunanna minal mumtariin = The Truth is from thy Lord; so be not at all in doubt = Kebenaran itu dari Rabbmu, karena itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu." (Al Baqarah: 147 juncto Ali 'Imraan: 60)
Rabu, 23 Februari 2011
Selasa, 22 Februari 2011
Bising Lalu Lintas Ikut Picu Stroke
VIVAnews – Tinggal di kota besar seperti Jakarta, rasanya tidak akan bisa lepas dari kebisingan dan kemacetan lalu lintas. Hati-hatilah terhadap keadaan ini. Penelitian di Denmark menyebutkan seseorang yang terlalu sering terkena paparan kebisingan, risiko terkena stroke akan meningkat, khususnya bagi mereka yang berusia 65 tahun ke atas.
Penelitian untuk menyelidiki hubungan antara kebisingan lalu lintas jalan dan risiko stroke ini merupakan yang pertama kali dilakukan. Hasilnya menjelaskan bahwa orang yang berusia kurang dari 65 tahun kecil kemungkinan terkena peningkatan risiko stroke setelah kena paparan kebisingan.
Kisah Lesbian Inggris Menikah Secara Islam
TEMPO Interaktif, Sarah dan Asra bertemu pada Ramadan tiga tahun lalu. Mereka berkenalan di sebuah acara buka puasa. "Kami berbincang, lalu sepakat untuk berkencan," kata Asra seperti dikutip dari BBC, Minggu (20/2).
Saat kencan, Asra dan Sarah berbicara dari hati ke hati, bertukar pengetahuan tentang Islam. "Empat jam kami kencan, mulai dari makan malam, minum kopi, berjalan kaki," ujar Sarah. Satu jam setelah kencan, Sarah langsung mengajak Asra menikah. "Terdengar aneh, tapi kami ingin melakukannya secara terhormat."
Asra menerima ajakan menikah Sarah. Mereka setuju untuk melakukan pernikahan secara Islam. Masalah muncul, tradisi nikah secara Islam biasanya dilakukan oleh pasangan pria dan perempuan.
Pembuat Bencana
SEBAGAI dinullah misi Islam adalah untuk menyelamatkan hidup dan kehidupan umat manusia, baik di alam dunia terlebih lagi untuk kehidupan di alam akhirat kelak. Pada konteks demikian Islam anti pemaksaan dan sangat amat membenci kekerasan (baca: sepanjang Islam tidak dikerasi dan atau dinodai sebagaimana yang telah dilakukan Ahmadiyah laknatullah).
Begitulah, sejatinya kekerasan sangat dikutuk dan dibenci dalam Islam, sebab perilaku demikian adalah cerminan perangai iblis laknatullah si penebar bencana. Terkait demikian dari Jabir r.a katanya dia mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Singasana iblis berada di bawah lautan. Dari sana dia mengirim pasukannya untuk membuat fitnah (mengacau atau membencanai) umat manusia. Maka siapa yang lebih besar membuat bencana, dialah yang lebih besar jasanya (terhormat) di kalangan mereka”. (Hadits Shahih Muslim: 2408) *Izhar Ilyas
Senin, 21 Februari 2011
Mentauhidkan Allah
SESUNGGUHNYA tugas para Rasul adalah menyibak kemusyrikan dari pandangan manusia, sehingga mereka benar-benar hanya menghambakan diri kepada Allah SWT. Begitulah, terkait berhala-berhala yang dijadikan sembahan manusia selain diriNya, Allah SWT berfirman, artinya: “Apakah mereka (berhala-hala) mempunyai kaki untuk berjalan, atau mempunyai tangan untuk memegang dengan keras, atau mempunyai mata untuk melihat, atau mempunyai telinga untuk mendengar? Katakanlah Muhammad: “Panggilah berhala-berhalamu yang kamu anggap sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)ku, dan jangan kamu tunda lagi. Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab (Al Quran). Dia melindungi orang-orang yang saleh”. (QS Al A’raf: 195 – 196) *Izhar Ilyas
Minggu, 20 Februari 2011
Kamar Tidur
SEJATINYA kamar tidur bagi pasangan keluarga adalah ruang pribadi. Terkait aturan memasukinya Allah SWT telah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh (dewasa) si antara kamu, meminta izin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan), yaitu sebelum shalat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu ditengah hari dan setelah shalat ‘Isya (itulah) tiga aurat (waktu) bagi kamu. Tidak ada dosa bagimu dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu, mereka keluar masuk melayani kamu, sebagian kamu atas sebagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu. Dan Allah Mahamengetahui lagi Mahabijaksana". (QS An-Nuur: 58) .*Izhar Ilyas
Kecemasan Rasulullah
TIDAK berlebihan, bila setelah melihat kehangatan ukhuwah islamiyah antara kaum Muhajirin dengan kaum Anshar, kemudian timbul segumpal kecemasan dalam diri Rasulullah SAW. Begitulah, dari ‘Abdullah bin ‘Amru bin ‘Ash ra. Rasulullah bersabda: “Apabila Persia dan Rum ditaklukkan, kamu akan menjadi umat yang mana? Kata ‘Abdurrahman bin ‘Auf, kami menjawab: “Menjadi umat sebagai yang diperintahkan Allah!” Sabda Rasulullah SAW: “Atau mungkin tidak begitu, di mana kamu berlomba-lomba dengan kemewahan dunia, kemudian iri-mengiri, kemudian saling tidak mau tahu, kemudian saling memusuhi dan sebagainya. Kemudian kamu pergi kepada orang-orang Muhajirin yang serba melarat. Lalu kamu perbudak sebagian mereka atas sebagaian yang lain”. (Hadits Shahih Muslim: 2493)*Izhar Ilyas
Langganan:
Postingan (Atom)